TKI di Malaysia dibekali wirausaha
Minggu, 26 Agustus 2018 17:38 WIB
Sekitar 150 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menghadiri seminar wirausaha bertemakan Kemandirian Bangsa di Dewan Pangsapuri Mutiara di Klang Lama, Kuala Lumpur, Ahad. (1)
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Sekitar 150 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menghadiri seminar wirausaha bertemakan Kemandirian Bangsa di Dewan Pangsapuri Mutiara di Klang Lama, Kuala Lumpur, Ahad.
Para pekerja tersebut berlatarbelakang berbagai sektor seperti kontraktor dan kuli bangunan, penjaga toko, pekerja restoran dan lainnya.
Kegiatan sebagai upaya pemberdayaan buruh migran Indonesia di Malaysia ini diselenggarakan kerja sama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Acara tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh ketua PCIM Malaysia Dr. Sonny Zulhuda.
Sonny dalam sambutannya mengutip sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang mengingatkan agar para peserta menghayati pesan Nabi Muhammad SAW agar kita hidup seperti orang asing atau orang yang menyeberang jalan.
"Intinya, kita ingat dari mana dan mau kemana kita berjalan, dan agar siap membekali diri untuk kembali ke tanah air," katanya.
Di sela-sela acara dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PCIM Malaysia diwakili Dr. Sonny Zulhuda dan Unmuh Ponorogo diwakili H. Sayid Abbas, S.E., M.Si., yang isinya untuk kerjasama ke depan dalam bidang kewirausahaan dan lainnya.
Dalam pembukaan acara Ketua Ranting Istimewa (PRIM) Klang Lama, Sumitro, menggaris bawahi mengenai tujuan seminar yakni untuk mempersiapkan para peserta yang mayoritas buruh migran Indonesia agar mandiri dan termotivasi untuk memiliki usaha setelah kembali ke tanah air kelak.
Dalam pesan iftitah, mantan ketua PCIM Malaysia Dr. M. Arifin Ismail juga menekankan pentingnya kita bersedekah sosial seperti yang dilakukan oleh Unmuh Ponorogo ini.
"Memberikan kurban sapi untuk dipotong dan dimakan selama seminggu memang mulia. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah menyumbangkan sapi untuk diternak dan diusahakan sepanjang tahun," katanya.
Seminar menghadirkan lima narasumber, Sayid Abbas, S.E., M.Si., Wawan Trisnadi P, M.T., Edi Santoso, S.E., M.M., Sulistyo Andarmoyo, M. Kes., dan Ayub Dwi Anggoro, M.Si. dan dipandu oleh M. Husnaini pengurus PCIM Malaysia dan mahasiswa S3 Universiti Islam Antarabangsa Malaysia.
Para peserta cukup antusias dan menunjukkan keinginan kuat agar suatu saat jika kembali ke negerinya sendiri bisa mandiri dan tidak perlu kembali lagi ke Malaysia.
Para pekerja tersebut berlatarbelakang berbagai sektor seperti kontraktor dan kuli bangunan, penjaga toko, pekerja restoran dan lainnya.
Kegiatan sebagai upaya pemberdayaan buruh migran Indonesia di Malaysia ini diselenggarakan kerja sama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Acara tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh ketua PCIM Malaysia Dr. Sonny Zulhuda.
Sonny dalam sambutannya mengutip sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang mengingatkan agar para peserta menghayati pesan Nabi Muhammad SAW agar kita hidup seperti orang asing atau orang yang menyeberang jalan.
"Intinya, kita ingat dari mana dan mau kemana kita berjalan, dan agar siap membekali diri untuk kembali ke tanah air," katanya.
Di sela-sela acara dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PCIM Malaysia diwakili Dr. Sonny Zulhuda dan Unmuh Ponorogo diwakili H. Sayid Abbas, S.E., M.Si., yang isinya untuk kerjasama ke depan dalam bidang kewirausahaan dan lainnya.
Dalam pembukaan acara Ketua Ranting Istimewa (PRIM) Klang Lama, Sumitro, menggaris bawahi mengenai tujuan seminar yakni untuk mempersiapkan para peserta yang mayoritas buruh migran Indonesia agar mandiri dan termotivasi untuk memiliki usaha setelah kembali ke tanah air kelak.
Dalam pesan iftitah, mantan ketua PCIM Malaysia Dr. M. Arifin Ismail juga menekankan pentingnya kita bersedekah sosial seperti yang dilakukan oleh Unmuh Ponorogo ini.
"Memberikan kurban sapi untuk dipotong dan dimakan selama seminggu memang mulia. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah menyumbangkan sapi untuk diternak dan diusahakan sepanjang tahun," katanya.
Seminar menghadirkan lima narasumber, Sayid Abbas, S.E., M.Si., Wawan Trisnadi P, M.T., Edi Santoso, S.E., M.M., Sulistyo Andarmoyo, M. Kes., dan Ayub Dwi Anggoro, M.Si. dan dipandu oleh M. Husnaini pengurus PCIM Malaysia dan mahasiswa S3 Universiti Islam Antarabangsa Malaysia.
Para peserta cukup antusias dan menunjukkan keinginan kuat agar suatu saat jika kembali ke negerinya sendiri bisa mandiri dan tidak perlu kembali lagi ke Malaysia.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP2MI ingatkan pekerja migran untuk berangkat sesuai prosedur hindari TPPO
26 August 2024 17:04 WIB, 2024
BP2MI minta Bea Cukai beri diskresi barang pekerja migran yang masih tertahan
06 July 2024 15:30 WIB, 2024
Indonesia-Malaysia bentuk satgas percepat integrasi sistem penempatan pekerja migran
11 May 2024 21:58 WIB, 2024
Menaker RI, Menteri Sumber Manusia Malaysia bertemu bahas pembaharuan MoU
28 April 2024 19:58 WIB, 2024
BP2MI seimbangkan kebutuhan SDM dengan teknologi untuk lindungi pekerja migran Indonesia
28 October 2023 8:55 WIB, 2023
BP2MI libatkan pemerintah desa untuk awasi penyaluran pekerja migran Indonesia
13 March 2023 19:16 WIB, 2023
Polisi Bengkalis gagalkan penyelundupan pekerja migran Indonesia ke Malaysia
16 February 2023 6:11 WIB, 2023
Taiwan jadi tujuan pekerja Indonesia asal Karawang terbanyak sepanjang 2022
08 January 2023 14:03 WIB, 2023
Terpopuler - Kabar Migran
Lihat Juga
Kementerian P2MI, KBRI Kuala Lumpur percepat pendataan pekerja migran non-prosedural
19 February 2026 1:22 WIB