Menteri Negeri Perak diduga perkosa PRT Indonesia
Rabu, 10 Juli 2019 10:19 WIB
Menteri Besar Perak, Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu (Foto ANTARA / Astro Awani) (1)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kepolisian membenarkan kalau seorang anggota DPRD atau Exco Pemerintah Negeri Perak Malaysia sedang diselidiki atas dugaan pemerkosaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Indonesia.
Sebagaimana diberitakan media dalam jaringan setempat, Selasa, korban telah membuat laporan ke polisi Senin malam setelah diperkosa di kediaman laki-laki tersebut di Meru, Ipoh.
Kepala Bagian Penyelidikan Seksual, Wanita dan Kanak-Kanak (D11), Kantor Penyelidikan Kriminal (JSJ), Bukit Aman, Asisten Komisioner Choo Lily membenarkan menerima laporan terkait kejadian tersebut.
"Ya…kami sudah menerima laporan polisi yang dibuat korban semalam dan penyelidikan kini sedang dijalankan. Sekarang ini beum ada penangkapan namun pelaku akan ditahan dalam waktu dekat untuk membantu penyelidikan," katanya.
Menteri Besar Perak, Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu kepada Astro Awani mengatakan pihaknya telah diberitahu mengenai satu laporan polisi yang dibuat oleh pembantu rumah tangga tersebut.
Menanggapi dakwaan tersebut, katanya, pihaknya menyerahkan kepada pihak polisi untuk menjalankan penyelidikan.
"Pemerintah Perak memandang serius dakwaan tersebut dan meminta semua pihak memberi ruang kepada aparat untuk menjalankan penyelidikan penuh secara nyata dan profesional," katanya.
Ketua Partai DAP Perak Nga Kor Ming mengatakan pihaknya memandang serius dakwaan tersebut dan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan.
Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat mengatakan Tim Satgas Perlindungan WNI masih melakukan pengecekan dan koordinasi termasuk dengan otoritas Malaysia untuk mencari klarifikasi atas kabar yang baru diterima ini.
"Saya saat ini sedang berkoordinasi dengan Ketua Satgas Perlindungan WNI," katanya.
Sebagaimana diberitakan media dalam jaringan setempat, Selasa, korban telah membuat laporan ke polisi Senin malam setelah diperkosa di kediaman laki-laki tersebut di Meru, Ipoh.
Kepala Bagian Penyelidikan Seksual, Wanita dan Kanak-Kanak (D11), Kantor Penyelidikan Kriminal (JSJ), Bukit Aman, Asisten Komisioner Choo Lily membenarkan menerima laporan terkait kejadian tersebut.
"Ya…kami sudah menerima laporan polisi yang dibuat korban semalam dan penyelidikan kini sedang dijalankan. Sekarang ini beum ada penangkapan namun pelaku akan ditahan dalam waktu dekat untuk membantu penyelidikan," katanya.
Menteri Besar Perak, Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu kepada Astro Awani mengatakan pihaknya telah diberitahu mengenai satu laporan polisi yang dibuat oleh pembantu rumah tangga tersebut.
Menanggapi dakwaan tersebut, katanya, pihaknya menyerahkan kepada pihak polisi untuk menjalankan penyelidikan.
"Pemerintah Perak memandang serius dakwaan tersebut dan meminta semua pihak memberi ruang kepada aparat untuk menjalankan penyelidikan penuh secara nyata dan profesional," katanya.
Ketua Partai DAP Perak Nga Kor Ming mengatakan pihaknya memandang serius dakwaan tersebut dan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan.
Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat mengatakan Tim Satgas Perlindungan WNI masih melakukan pengecekan dan koordinasi termasuk dengan otoritas Malaysia untuk mencari klarifikasi atas kabar yang baru diterima ini.
"Saya saat ini sedang berkoordinasi dengan Ketua Satgas Perlindungan WNI," katanya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PRT Pasuruan alami kekerasan majikan di Malaysia, KBRI gerak cepat selamatkan korban
09 June 2025 21:50 WIB
Pengadilan Malaysia tolak banding mantan anggota dewan perkosa PRT Indonesia
01 March 2024 19:46 WIB, 2024
Anggota DPR sesalkan kekerasan terhadap PRT Indonesia di Malaysia kembali terjadi
02 May 2023 17:39 WIB, 2023
Mungkinkah Astuti jadi korban perekrutan PRT ilegal terakhir ke Malaysia?
01 March 2023 20:38 WIB, 2023
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB