Kuala Lumpur wilayah bebas berdagang mulai 15 November
Sabtu, 14 November 2020 14:25 WIB
Menteri Wilayah Federal Malaysia Annuar Musa (kiri) memberi bantuan gerobak kepada warga. ANTARA Foto/Ho-FB (1)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Wilayah Federal Malaysia Annuar Musa menetapkan wilayah Kuala Lumpur dan Putrajaya menjadi wilayah bebas berdagang mulai 15 November bagi masyarakat kecil terdampak COVID-19 yang ingin mencari penghasilan karena kehilangan pekerjaan.
"Kuala Lumpur akan menjadi wilayah bebas berniaga, siapa yang ingin berdagang satu hari penuh atau setengah hari bisa memilih tempat yang sesuai, misal depan rumah atau tepi jalan wilayah perumahan," ujar Annuar melalui siaran langsung di Facebook, Kamis.
Annuar mengatakan banyak warga yang kehilangan pekerjaan, baik karena diberhentikan dari tempat kerja di perusahaan besar, perusahaan menengah maupun kedai-kedai yang mengurangi karyawannya.
"Bagi yang menerima gaji tetap tidak masalah. Banyak warga kota hidupnya berniaga. Rakyat berpendapatan rendah terdampak, ditambah yang kehilangan pekerjaan seperti pekerja industri dan pilot," katanya.
Dia mengatakan saat ini wilayah federal (Kuala Lumpur dan Putrajaya) menjadi pusat pusat mencari rezeki, salah satunya dengan berniaga kecil (retail) maupun besar, seperti mal.
"Yang saya maksud dibuka untuk berniaga adalah untuk menolong mereka yang kehilangan pekerjaan karena perusahaan mengecilkan staf karena itu perlu dipermudahkan," katanya.
Apalagi jika PKPB (lockdown Malaysia) berlangsung lama, ujar dia, setelah berunding dengan wali kota Kuala Lumpur pihaknya sepakat menjadikan Kuala Lumpur sebagai tempat bebas berniaga namun tetap dengan aturan dan mematuhi SOP.
"Jangan khawatir kota kotor dan sesak. Ini langkah enam bulan pertama untuk memudahkan mencari rezeki. Jangan hanya terlalu memikirkan diri kita. Mereka bisa buka warung, buka nasi lemak. Mereka punya tanggungan membayar rumah sewa, bayar listrik dan lain-lain," katanya.
"Kuala Lumpur akan menjadi wilayah bebas berniaga, siapa yang ingin berdagang satu hari penuh atau setengah hari bisa memilih tempat yang sesuai, misal depan rumah atau tepi jalan wilayah perumahan," ujar Annuar melalui siaran langsung di Facebook, Kamis.
Annuar mengatakan banyak warga yang kehilangan pekerjaan, baik karena diberhentikan dari tempat kerja di perusahaan besar, perusahaan menengah maupun kedai-kedai yang mengurangi karyawannya.
"Bagi yang menerima gaji tetap tidak masalah. Banyak warga kota hidupnya berniaga. Rakyat berpendapatan rendah terdampak, ditambah yang kehilangan pekerjaan seperti pekerja industri dan pilot," katanya.
Dia mengatakan saat ini wilayah federal (Kuala Lumpur dan Putrajaya) menjadi pusat pusat mencari rezeki, salah satunya dengan berniaga kecil (retail) maupun besar, seperti mal.
"Yang saya maksud dibuka untuk berniaga adalah untuk menolong mereka yang kehilangan pekerjaan karena perusahaan mengecilkan staf karena itu perlu dipermudahkan," katanya.
Apalagi jika PKPB (lockdown Malaysia) berlangsung lama, ujar dia, setelah berunding dengan wali kota Kuala Lumpur pihaknya sepakat menjadikan Kuala Lumpur sebagai tempat bebas berniaga namun tetap dengan aturan dan mematuhi SOP.
"Jangan khawatir kota kotor dan sesak. Ini langkah enam bulan pertama untuk memudahkan mencari rezeki. Jangan hanya terlalu memikirkan diri kita. Mereka bisa buka warung, buka nasi lemak. Mereka punya tanggungan membayar rumah sewa, bayar listrik dan lain-lain," katanya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dubes RI untuk Malaysia Iman Kusumo serahkan surat kredensial ke Raja Malaysia pekan depan
16 January 2026 21:39 WIB
Buang sampah dan meludah sembarangan di Kuala Lumpur bisa kena denda hingga RM2.000
01 January 2026 15:40 WIB
Belasan komikus Indonesia, mulai Si Juki hingga Tahilalats unjuk karya di Malaysia
12 December 2025 22:47 WIB
Permebam salurkan donasi tekstil senilai Rp2 M dari konglomerat Malaysia ke Aceh
10 December 2025 11:29 WIB
Dubes Hermono terima kunjungan Indonesian Diaspora Network Global di Kuala Lumpur
27 November 2025 16:43 WIB
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB