Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Banjir Bali, PM Anwar: Malaysia berdiri dalam solidaritas dengan Indonesia

Jumat, 12 September 2025 09:47 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025). Kunjungan kenegaraan PM Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut untuk membahas hubungan bilateral, tindak lanjut dari sejumlah agenda ASEAN di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu, serta bertukar pandangan soal dinamika kawasan dan global yang menjadi perhatian bersama. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/rwa. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut berduka atas peristiwa banjir di Bali, Indonesia, yang telah menimbulkan korban jiwa, seraya menyatakan Malaysia berdiri dalam solidaritas dengan Indonesia.

"Di momen yang menyakitkan ini, saya berdiri dalam solidaritas dengan Presiden Prabowo dan rakyat Indonesia. Malaysia berduka bersama Anda," kata PM Anwar Ibrahim dalam keterangan di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

PM Anwar menyatakan banjir di Bali yang menimbulkan korban jiwa merupakan peristiwa tragis.

Dia mendoakan seluruh keluarga di Indonesia yang terdampak banjir di Bali, dapat tabah dan tegar.

"Saya sangat berduka atas hilangnya nyawa yang tragis akibat banjir bandang di Bali. Doa dan pikiran saya menyertai keluarga yang telah kehilangan orang terkasih, dan semua orang yang rumah dan mata pencahariannya terdampak," kata PM Anwar.

"Kami akan terus mendoakan. Rakyat Bali di hati kami, semoga mereka lekas pulih dari bencana ini," ujarnya mendoakan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total korban meninggal dunia akibat banjir di Bali bertambah dari 14 orang menjadi 16 orang dan semua sudah dievakuasi tim petugas gabungan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis malam, mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim petugas gabungan yang menyatakan satu dari dua korban hilang berhasil ditemukan, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026