Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PM Malaysia kecam ulah Israel cegat kapal kemanusiaan Gaza

Kamis, 30 April 2026 18:32 WIB
Image Print
Foto yang menampilkan 10 aktivis Malaysia yang diduga ikut ditahan Israel dalam misi pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla 2.0. (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengecam ulah Israel yang kembali menahan kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), di perairan internasional.

"Saya mengutuk tindakan kekerasan rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum maritim dan menyerupai tindakan perompakan yang mencemari prinsip kemanusiaan universal," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Kamis.

Menurut informasi yang disampaikan Anwar Ibrahim dalam Telegram, sedikitnya 22 kapal GSF yang berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan Israel saat melintas di perairan internasional. Enam dari 22 kapal itu melibatkan 10 warga negara Malaysia.

PM Anwar pun mendesak agar semua pihak segera bertindak dan memastikan tidak ada tindakan kekerasan yang dikenakan terhadap seluruh aktivis, termasuk 10 warga negara Malaysia, yang saat ini ikut ditahan dan terputus komunikasi.

"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi," tegasnya.

Dia juga menyatakan Pemerintah Malaysia sedang berkomunikasi dan bekerja sama erat dengan negara-negara sahabat untuk memastikan para aktivis segera dibebaskan.

PM Anwar menekankan dalam situasi genting ini, nilai belas kasih dan kemanusiaan harus mengatasi segala perbedaan dan Malaysia akan terus berdiri teguh mempertahankan prinsip tersebut.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anwar Ibrahim kecam ulah Israel cegat kapal kemanusiaan Gaza



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026