Pemerintah Pulangkan 404 WNI dari Detensi Imigrasi Malaysia

id TKI pulang

TKI pulang (Foto : KBRI Kuala Lumpur)

"Saya sangat prihatin, karena tidak ada prospek mereka akan dipulangkan dalam waktu dekat. Rasanya ada alasan kemanusiaan yang mendesak buat Pemerintah untuk memfasilitasi pemulangan mereka, khususnya perempuan dan anak-anak. Semoga dengan ikhtiar in
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Kementerian Luar Negeri pulangkan 404 WNI kelompok rentan dari detensi Imigrasi Malaysia dan dari penampungan sementara KBRI Kuala Lumpur serta KJRI Johor Bahru (6/6). 

Mereka dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru melalui jalur laut, pelabuhan Pasir Gudang dan Stulang Laut sebanyak 222 orang.

Sementara 182 orang lainnya dipulangkan oleh KBRI Kuala Lumpur melalui jalur udara dengan penerbangan kemanusiaan Lion Air dari Bandara KLIA menuju Jakarta.  Dari jumlah tersebut, 392 adalah perempuan dan 12 anak-anak. 

Mereka yang dipulangkan melalui jalur laut pada umumnya berasal dari Pulau Sumatera dan sekitarnya. 

Setibanya di pelabuhan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, mereka ditangani oleh Kementerian Sosial untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing. 

Sementara itu, mereka yang dipulangkan melalui jalur udara pada umumnya berasal dari pulau Jawa, NTB dan NTT. 

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, mereka ditangani dan dipulangkan ke daerah asal dengan bantuan BNP2TKI.

Sejak pertengahan tahun 2017, Pemerintah Malaysia sementara waktu tidak lagi membiayai deportasi sebagaimana yang dilakukan selama ini. 

Kebijakan tersebut diambil karena masalah internal di Pemerintah Malaysia.  

Akibatnya, hingga akhir Mei 2018, diperkirakan hampir tiga ribu WNI pelanggar keimigrasian yang ditahan Pemerintah Malaysia di 13 rumah detensi keimigrasian di wilayah Semenanjung. 

Sebagian besar mereka sudah berada di detensi selama berbulan-bulan. 

Diantaranya terdapat sekitar 377 wanita dan anak-anak yang karena alasan kemanusiaan dibantu pemulangannya oleh Kementerian Luar Negeri.

Keputusan untuk memfasilitasi pemulangan kelompok rentan ini berawal dari kunjungan Duta Besar RI Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, ke sejumlah penjara dan detensi imigrasi. 

Kunjungan tersebut berlanjut dengan kunjungan pejabat Imigrasi Malaysia ke KBRI Kuala Lumpur pertengahan Mei lalu yang menyampaikan kesulitan yang dihadapi Imigrasi Malaysia untuk memulangkan para tahanan imigrasi. 

Duta Besar Rusdi Kirana menyampaikan gagasan untuk memulangkan kelompok rentan, perempuan dan anak-anak, kepada Menlu Retno Marsudi yang lantas didukung penuh oleh Menlu Retno.

"Saya sangat prihatin, karena tidak ada prospek mereka akan dipulangkan dalam waktu dekat. Rasanya ada alasan kemanusiaan yang mendesak buat Pemerintah untuk memfasilitasi pemulangan mereka, khususnya perempuan dan anak-anak. Semoga dengan ikhtiar ini mereka bisa merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman," ujar Rusdi Kirana.

Rusdi sejak dilantik setahun lalu tak henti-henti membuat inisiatif-inisiatif ke arah perlindungan dan pemberdayaan TKI di seluruh Malaysia, khususnya tenaga kerja wanita dan pendidikan anak-anak TKI.

Berdasarkan data, sebanyak 27.842 WNI dideportasi dari seluruh Malaysia pada tahun 2016 dan 17.153 pada paruh pertama 2017. 
Menurut data pemerintah Malaysia, setengah dari 2,5 juta pendatang tanpa ijin di Malaysia adalah WNI. Masalah WNI pendatang tanpa ijin di Malaysia menjadi perhatian pemerintah kedua negara. 

"Kedua negara harus bersama-sama mencari terobosan terhadap situasi ini. Supaya keberadaan TKI di Malaysia memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di kedua negara", imbuh Duta Besar Rusdi Kirana.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar