TKI di Malaysia dibekali wirausaha

id TKI,TKI Malaysia

Sekitar 150 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menghadiri seminar wirausaha bertemakan Kemandirian Bangsa di Dewan Pangsapuri Mutiara di Klang Lama, Kuala Lumpur, Ahad. (1)

"Intinya, kita ingat dari mana dan mau kemana kita berjalan, dan agar siap membekali diri untuk kembali ke tanah air," katanya. 
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Sekitar 150 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menghadiri seminar wirausaha bertemakan Kemandirian Bangsa di Dewan Pangsapuri Mutiara di Klang Lama, Kuala Lumpur, Ahad.
 
Para pekerja tersebut berlatarbelakang berbagai sektor seperti kontraktor dan kuli bangunan, penjaga toko, pekerja restoran dan lainnya.

Kegiatan sebagai upaya pemberdayaan buruh migran Indonesia di Malaysia ini diselenggarakan kerja sama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Acara tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh ketua PCIM Malaysia Dr. Sonny Zulhuda. 

Sonny dalam sambutannya mengutip sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang mengingatkan agar para peserta menghayati pesan Nabi Muhammad SAW agar kita hidup seperti orang asing atau orang yang menyeberang jalan. 

"Intinya, kita ingat dari mana dan mau kemana kita berjalan, dan agar siap membekali diri untuk kembali ke tanah air," katanya. 

Di sela-sela acara dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PCIM Malaysia diwakili Dr. Sonny Zulhuda dan Unmuh Ponorogo diwakili H. Sayid Abbas, S.E., M.Si., yang isinya untuk kerjasama ke depan dalam bidang kewirausahaan dan lainnya. 

Dalam pembukaan acara Ketua Ranting Istimewa (PRIM) Klang Lama, Sumitro, menggaris bawahi mengenai tujuan seminar yakni untuk mempersiapkan para peserta yang mayoritas buruh migran Indonesia agar mandiri dan termotivasi untuk memiliki usaha setelah kembali ke tanah air kelak. 

Dalam pesan iftitah, mantan ketua PCIM Malaysia Dr. M. Arifin Ismail juga menekankan pentingnya kita bersedekah sosial seperti yang dilakukan oleh Unmuh Ponorogo ini.    

"Memberikan kurban sapi untuk dipotong dan dimakan selama seminggu memang mulia. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah menyumbangkan sapi untuk diternak dan diusahakan sepanjang tahun," katanya.

Seminar menghadirkan lima narasumber, Sayid Abbas, S.E., M.Si., Wawan Trisnadi P, M.T., Edi Santoso, S.E., M.M., Sulistyo Andarmoyo, M. Kes., dan Ayub Dwi Anggoro, M.Si. dan dipandu oleh M. Husnaini pengurus PCIM Malaysia dan mahasiswa S3 Universiti Islam Antarabangsa Malaysia. 

Para peserta cukup antusias dan menunjukkan keinginan kuat agar suatu saat jika kembali ke negerinya sendiri bisa mandiri dan tidak perlu kembali lagi ke Malaysia.
 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar