Indonesia kembali ikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur

id Kemenpar,Matta Fair

MATTA Fair

"Keikutsertaan Indonesia pada kegiatan ini adalah untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia khususnya pasar Malaysia," ujar Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni di Kuala Lumpur, Juma
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Indonesia melalui Kementerian Pariwisata untuk kedua kalinya pada tahun ini mengikuti pameran pariwisata internasional MATTA Fair Kuala Lumpur yang akan dilaksanakan pada 7 – 9 September 2018 di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur – Malaysia. 

"Keikutsertaan Indonesia pada kegiatan ini adalah untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia khususnya pasar Malaysia," ujar Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni di Kuala Lumpur, Jumat.

Pada perhelatan MATTA Fair Kuala Lumpur September ini Paviliun Indonesia seluas 180m2 (20 booth) dengan mengangkat tema utama destinasi Bali dan Kapal Phinisi sebagai "focus of interest" serta destinasi Sumatera Barat sebagai sub-tema.

Sejumlah gambar dari tiga destinasi prioritas Bappenas khususnya Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika juga turut ditampilkan pada Paviliun Indonesia. 

Selain itu, untuk meningkatkan awareness (kesadaran) pengunjung sejak awal kedatangan ke lokasi pameran, Kemenpar kembali melakukan pembungkusan pilar-pilar yang ada di depan Registration Counter MATTA Fair dan depan escalator dengan berbagai foto destinasi di Indonesia.

Peserta yang bergabung pada booth Indonesia terdiri dari 31 industri Travel Agent (TA) / Tour Operator (TO) Indonesia yang akan bermitra dengan 31 local agent Malaysia untuk dapat melakukan pemasaran langsung kepada buyers / customers, serta 17 industri akomodasi, yang berasal dari 18 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepri, Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Disamping industri pariwisata, terdapat 10 Dinas Pariwisata Provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan) dan dua Dinas Pariwisata Kabupaten (Samosir dan Wonosobo), serta Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) dan Badan Otorita Danau Toba (BODT) bergabung di paviliun Indonesia (Kementerian Pariwisata).

"Program acara di pavilion Indonesia antara lain B to C oleh industri pariwisata Indonesia dan local agent Malaysia, pelayanan informasi dan pendistribusian bahan promosi wisata, gimmick dan gift redemption, Photobooth Corner (Pelaminan Minang), serta Coffee – Chocolate & Refreshment Corner," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar