Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

AS bakal tambah dakwaan pelaku penembakan di acara Gedung Putih

Selasa, 28 April 2026 09:54 WIB
Image Print
Presiden AS Trump memposting di media sosial sebuah foto petugas penegak hukum yang menahan seorang tersangka setelah insiden penembakan di White House Correspondents' Dinner di Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (25/4/2026). Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, 31 tahun, ditangkap segera setelah keributan di acara penting tersebut. ANTARA/US President Trump via Truth Social/Anadolu/pri.

Istanbul (ANTARA) - Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro pada Senin mengatakan otoritas federal akan menambah dakwaan terhadap tersangka penembakan yang menargetkan acara makan malam koresponden Gedung Putih, seiring berlanjutnya penyelidikan.

Tersangka, Cole Tomas Allen, yang terlibat dalam insiden penembakan pada Sabtu, telah dihadapkan ke pengadilan federal dengan sejumlah dakwaan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap Presiden AS Donald Trump, demikian laporan Anadolu.

“Akan ada dakwaan tambahan seiring penyelidikan ini terus berkembang,” kata Pirro kepada wartawan, seraya menyebut kepemilikan senjata tersangka—termasuk senapan, senjata semi-otomatis, dan sejumlah pisau—sebagai bukti adanya niat untuk melakukan kekerasan.

Ia menegaskan bahwa anggapan tersangka tidak berniat melakukan kekerasan adalah “tidak masuk akal.”

Sementara itu, Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah mengajukan tiga dakwaan federal, termasuk percobaan pembunuhan presiden AS yang dapat diancam hukuman penjara seumur hidup.

Ia menambahkan dakwaan lain mencakup pengangkutan senjata api lintas negara bagian serta penggunaan senjata dalam tindak kekerasan, yang membawa hukuman minimal wajib 10 tahun penjara.

Blanche menilai aparat penegak hukum telah bertindak sesuai prosedur dan berhasil menggagalkan rencana serangan.

Direktur Biro Investigasi Federal Kash Patel mengatakan pihaknya telah meluncurkan respons menyeluruh, termasuk melakukan wawancara dan penggeledahan di California dan Connecticut.

Ia juga memuji Dinas Rahasia Amerika Serikat karena berhasil mencegah tersangka memasuki ruang acara, sehingga “menghentikan serangan besar agar tidak menjadi lebih buruk.”

Patel menambahkan bahwa saat ini tidak terdapat ancaman kredibel lain terhadap kota tersebut.

Allen, pria berusia 31 tahun asal California, ditangkap pada Sabtu setelah mencoba menerobos pos pemeriksaan Dinas Rahasia di Washington Hilton Hotel, lokasi berlangsungnya acara tahunan tersebut.

Tersangka akan tetap ditahan sambil menunggu sidang lanjutan terkait penahanan jangka panjang yang dijadwalkan pada Kamis.

Sebelumnya peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu (25/4) malam, di mana terdengar suara tembakan di Hotel Hilton Washington, Amerika Serikat, yang menjadi lokasi jamuan makan malam tahunan antara pejabat pemerintah dengan wartawan Gedung Putih.

Semua yang hadir dalam jamuan itu, termasuk Trump dan istrinya, langsung dievakuasi.

Tersangka penembakan itu diketahui bernama Cole Allen yang kerap mengkritik Pemerintah Amerika Serikat karena enggan memberikan bantuan kepada Ukraina.

Menyusul peristiwa yang disebut sebagai situasi tidak diharapkan tersebut, Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, menyatakan bakal sepenuhnya merombak pengaturan pengamanan Presiden Donald Trump dalam jamuan berikutnya bersama wartawan Gedung Putih.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS bakal tambah dakwaan pelaku penembakan acara Gedung Putih



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026