Global Ikhwan gelar forum bisnis di Putrajaya

id Global Ikhwan

Konsultan manajemen profesional dan mantan Dirut Perum LKBN Antara, Dr Ahmad Mukhlis Yusuf bersama Kepala Eksekutif GISB Holding, Tuan Mohamad Rasidi Abdullah dan Ketua Lembaga Penasehat GISB Holdings, Tuan Nasiruddin Mohd Ali.

"Ada tiga kekuatan utama yang mesti dibangun sebelum membangun ekonomi yaitu iman, ukhuwah, keselarasan dan kesepahaman. Iman dan takwa adalah sumber yang utama untuk segala hal. Iman yang sempurna mesti ada pada tiap individu yang akan berjuang,"
Putrajaya, (ANTARA News) - Perusahaan Global Ikhwan Sdn Bhd (GISB) Holding yang berpusat di Malaysia bekerjasama dengan Universitas Sultan Agung (Unisula) Semarang menyelenggarakan Forum Bisnis Islam Internasional yang diselenggarakan di Putrajaya Marriott Hotel, Malaysia, 11 - 13 Februari 2019.

GISB Holding merupakan perusahaan bumiputera Islam yang sudah beroperasi di 14 negara dan memiliki 10 anak perusahaan serta tujuh sektor meliputi pembangunan SDM, perniagaan, media, perhubungan, pendidikan, pelayanan, peternakan dan perkebunan.

Pada sesi pertama, Senin (11/2), forum menampilkan Ketua Pembina Yayasan Global Ikhwan Indonesia, Dr Ing Gina Puspita Nasiran, konsultan manajemen profesional dan mantan Dirut Perum LKBN Antara, Dr Ahmad Mukhlis Yusuf dan Dirut Rumah Sakit Islam Sultan Agung, dr H Masyhudi M Kes.

Forum yang dihadiri perwakilan GISBH dari seluruh dunia tersebut juga dihadiri Kepala Eksekutif GISB Holding, Tuan Mohamad Rasidi Abdullah, CEO GISB H Dato` Lokman Hakim Pfordten dan Ketua Lembaga Penasehat GISB Holdings, Tuan Nasiruddin Mohd Ali.

Gina Puspita yang juga Ketua Muslimah GISBH menyampaikan pemaparan tentang dasar dan falsafah pembangunan ekonomi GISBH meliputi asas kekuatan perusahaan, ekonomi sebagai kekuatan tambahan utama, hakekat kejayaaan dan makna kejayaaan menurut Islam.

"Ada tiga kekuatan utama yang mesti dibangun sebelum membangun ekonomi yaitu iman, ukhuwah, keselarasan dan kesepahaman. Iman dan takwa adalah sumber yang utama untuk segala hal. Iman yang sempurna mesti ada pada tiap individu yang akan berjuang dalam bidang apapun," katanya.

Ahmad Mukhlis Yusuf yang saat bergabung dalam Tazkia Group Dr Syafii Antonio memaparkan tentang nilai-nilai Tazkia meliputi tauhid, amanah, nol cacat atau zero defect, kualitas, pengetahuan, kompetensi, inovatif, istiqomah dan prestasi melalui kerja tim.

"Saya mengajak kepada semua peserta untuk membangun rantai nilai (value chain) berbagai industri halal dunia atau halal global value chain melintasi batas negara-bangsa," katanya.

Dia juga mengharapkan agar industri-industri yang dibangun Global Ikhwan tersambung dengan pelaku-pelaku indutri dari pelaku sektor riil melintasi organisasinya sendiri.

Mukhlis juga mengajak membangun rantai nilai global termasuk platform berbasis IT dan Global Halal Aps.

Sedangkan Masyhudi memaparkan tentang profil Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang yang sudah memperoleh sertifikat sebagai rumah sakit syariah pertama kali di Asia.

"Tujuan utama forum ini adalah untuk menyatukan pembangunan rohani seluruh umat Islam sebagai asas kekuatan dalam menghadapi berbagai jenis tantangan di era sekarang dan beberapa acara khusus telah disusun sepanjang program yang dirancang," ujar Ketua Pegawai Eksekutif GISB Holding, Datuk Lukman Hakim Pfordten.

Pada kesempatan tersebut PT Global Ikhwan Grup Indonesia yang merupakan bagian dari GISB Holding Sdn Bhd menampilkan sejumlah produknya seperti songkok, konveksi, makanan dan minuman serta sejumlah produk lain yang mereka produksi sendiri.

Perusahaan ini memiliki sejumlah usaha seperti peternakan Wadi Barokah di Sentul Bogor, Galeri Ikhwan dan Konveksi di sejumlah kota, fasilitas pendidikan Wadi Harapan mulai playgroup hingga sekolah menengah, restoran, swalayan hingga perhotelan.

Forum juga memamerkan barang-barang peninggalan Rasulullah Muhammad SAW di depan ruang ball room Putrajaya Marriot Hotel.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar