Inovasi pelayanan publik KBRI Kuala Lumpur raih top 45

id KBRI Kuala Lumpur,Inovasi Pelayanan Publik,Kemen PAN-RB,Pelayanan Publik,Inovasi

KBRI Kuala Lumpur Jaman Now (Ilustrasi : Yusron B Ambary)

"Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 ini adalah penyelenggaraan tahun ke-enam. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong terciptanya instansi yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan prima," katanya. ​​​​​​​
Kuala Lumpur (ANTARA) - KBRI Kuala Lumpur melalui inovasi "KBRI KL Jaman Now" berhasil meraih penghargaan Top 45 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

"Melalui Keputusan Menteri PAN-RB No. 47 tahun 2019, KBRI Kuala Lumpur sebagai satu-satunya perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, bersama dengan tujuh kementerian lain, empat lembaga, lima provinsi, 16 kabupaten, sembilan kota dan satu BUMN telah ditetapkan sebagai peraih penghargaan Top 45," ujar Ketua Satgas Perwakilan Perlindungan Terpadu KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary, Jumat.

Pada proses seleksi menuju Top 45 yang diikuti oleh peraih Top 99 pada 3 Juli 2019 di Jakarta, ujar dia, KBRI Kuala Lumpur mempresentasikan inovasi yang telah dilakukan sejak 2017 di bidang pelayanan dan perlindungan, pemberdayaan dan Pendidikan.

Berbagai inovasi tersebut diantaranya adalah KBRI Kuala Lumpur Buka 24-Jam, Sistem Antrian Paspor Anti Calo (Si-PONCO), Sistem Layanan Ambil Cepat Imigrasi (Si-LACI), Antrian Cara Online (ANCOL), Kirim Paspor pakai Pos (KIPAS), SMS Gateway, Perbaikan Loket Pelayanan, Program Pelatihan Keterampilan “Saya Mau Sukses” dan Diplomasi Membangun Community Learning Center (CLC).

"Dengan motto 'Buka Mata Buka Hati' sebagai pengejawantahan konsep nasional 'Kepedulian dan Keberpihakan' KBRI Kuala Lumpur senantiasa berupaya untuk memberikan inovasi yang terbaik kepada para WNI di Malaysia guna memastikan hadirnya negara di tengah-tengah mereka melalui tiga pilar utama yaitu pelayanan dan pelindungan; pemberdayaan dan pendidikan," katanya.

Berbagai inovasi tersebut akan terus dikembangkan demi pelayanan dan pelindungan WNI yang berorientasi pada pemberdayaan WNI guna meningkatkan harkat dan martabat anak bangsa.

"Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 ini adalah penyelenggaraan tahun ke-enam. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong terciptanya instansi yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan prima," katanya.

Untuk 2019 tercatat sebanyak 12 kementerian, empat lembaga, delapan provinsi, 27 kabupaten, 18 kota dan satu BUMN berhasil meraih penghargaan Top 99 dari 3.156 aplikasi inovasi yang didaftarkan dalam kompetisi ini.

"Penghargaan terhadap Top 45 akan diserahkan langsung oleh Bapak Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla pada akhir September 2019. Selanjutnya ke-45 inovasi dimaksud akan diikutkan pada kompetisi internasional di bawah PBB (United Nations Public Service Awards)," katanya.

Baca juga: Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur bertemu keluarga DJ Rere Monique
Baca juga: KBRI Kuala Lumpur minta TKI ilegal ikut program pemulangan
Baca juga: KBRI KL Jaman Now

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar