Pramuka Bengkalis hadiri silaturahim PCIM Kuala Lumpur

id Pramuka, PCIM Kuala Lumpur, Bengkalis

Pramuka Bengkalis dan PCIM Kuala Lumpur(Foto : Agus) (1)

"Bagaimana menjadikan jasmani yang sehat? Menjadikan jasmani yang sehat dengan berolah raga dan agar memiliki rohani yang kuat makanya imannya harus kuat," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Puluhan siswa Pramuka dari Yayasan Pendidikan Islam Al-Amin Moderen Bengkalis, Provinsi Riau, dan sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) menghadiri silaturahim yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur, Kamis (24/11) malam.

Kegiatan yang juga diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kampung Baru di rumah Ustadz Fauzi asal Lamongan tersebut menghadirkan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Drs Muhammad Sholihin, MPSDM.

Ketua Rombongan Yayasan Pendidikan Islam Al-Amin Moderen Bengkalis Edi Afrizal mengatakan pihaknya hadir bersama tiga orang guru serta siswa Pramuka dari SMP dan SMA.

"Ini pertama kali kami ke Malaysia. Kami datang sebanyak 35 orang untuk menghadiri jambore. Kami mengikuti jambore bersamaan dengan Ponpes Nurul Hidayah Banten. Bengkalis merupakan kabupaten terbesar di Riau yang berlokasi di pesisir," katanya.

Sejumlah dosen UMS yang hadir di antaranya Dr Maksun Jayadi, Wakil Rektor UMS yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Dekan Fakultas Agama Islam Dr Muhammad Naim dan Saefuddin Zaini yang juga Bendahara Umum MUI Jawa Timur.

Rombongan UMS hadir di Kuala Lumpur dalam rangka memperpanjang kerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Seremban.

Ketua PCIM Kuala Lumpur Dr Sonny Zulhuda pada kesempatan tersebut juga memperkenalkan kiprah organisasinya, termasuk aktivitas Muhammadiyah Kuala Lumpur.

"Kami sudah beraktifitas selama sepuluh tahun. Kami mempunyai misi kebangsaan. Minggu depan kami akan mengadakan sunatan massal kerja sama NU dan Muhammadiyah yang kedua kalinya. Kami juga membikin pesantren kilat, taman pendidikan Al-Qur` an (TPA), kursus-kursus bagi TKI dan sebagainya," kata pria asal Palembang tersebut.

Dia mengatakan Pramuka adalah abdi dakwah karena dengan mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka berarti anggota Pramuka sudah melaksanakan kegiatan dakwah.

Sonny yang juga Mabigus Pramuka di Kuala Lumpur tersebut berpesan agar selama di Malaysia para siswa menunjukkan bahwa Pramuka Indonesia itu teladan.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Muhammad Sholihin mengatakan berdirinya Muhammadiyah adalah untuk mencetak manusia yang utuh jasmani dan rohaninya.

"Bagaimana menjadikan jasmani yang sehat? Menjadikan jasmani yang sehat dengan berolah raga dan agar memiliki rohani yang kuat makanya imannya harus kuat," katanya.

Pada kesempatan tersebut dia memperkenalkan lima cara ber-Muhammadiyah yang bisa dilakukan oleh anggota persyarikatan.

"Cara pertama adalah beragama dengan sempurna. Muhammadiyah sebagai alat untuk menjadi muslim yang sempurna. Kedua, bermuhammadiyah itu berdakwah. Berdakwah itu mengajak berbuat baik dan melarang berbuat buruk," katanya.

Ketiga, ujar dia, adalah berorganisasi, sedangkan syarat berorganisasi adalah berkumpul.

"Kalau sering berkumpul maka ada kesamaan pendapat dan fikiran. Kemudian syarat organisasi adalah ada administrasi. Saat ini ada tiga institusi yang organisasinya baik, yakni prbankan, rumah sakit dan TNI," katanya.

Keempat, ujar dia, berorganisasi itu berjuang, yakni semua anggota persyarikatan harus berjuang.

"Berjuang bagaimana mewujudkan tujuan Muhammadiyah. Tujuan Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," katanya.

Yang kelima, ujar dia, adalah berkorban, yakni kerelaan memberi apa yang dimiliki untuk kepentingan organisasi.














Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar