Kemenparekraf dan KBRI Kuala Lumpur adakan "table top" promosikan lima destinasi wisata baru

id table top,Kemenparekraf,KBRI Kuala Lumpur

Kemenparekraf dan KBRI Kuala Lumpur adakan "table top" promosikan lima destinasi wisata baru

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Ni Made Ayu Marthini memaparkan lima destinasi baru super prioritas di “Sales mission-table top Exploring New Destination of Wonder” yang diadakan di Sunway Putra Hotel, Kuala Lumpur, Senin (20/3/2023). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur mengadakan “sales mission-table top Exploring New Destination of Wonder” yang diikuti 63 buyers dari Malaysia.

“Ini penting sekali, seperti yang saya sebutkan, Malaysia itu adalah pasar terbesar bagi Indonesia tahun lalu dan akan menjadi lebih besar lagi menurut kami,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Ni Made Ayu Marthini di Kuala Lumpur, Senin.

Banyak alasannya dan beberapa di antaranya karena serumpun, sudah akrab bagi mereka, sudah mengerti satu sama lain, dan memang jarak mereka paling dekat ke Indonesia.

“Jadi mereka tidak khawatir mengenai bahasa, mengenai makanan, mengenai tempatnya. Itu bagus,” ujar dia.

Namun demikian, untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Malaysia juga ada tantangannya, yakni konektivitas. “Bagaimana (rute) pesawat bisa lebih banyak, karena Indonesia luas sekali,” kata Ni Made.

Oleh karena itu, ia mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan kerja sama bukan hanya dengan agen dan operator perjalanan, tapi juga dengan maskapai di Malaysia dan Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengatakan, jika dilihat dari statistik, pada 2022 jumlah wisatawan dari Malaysia yang berkunjung ke Indonesia mencapai hampir 1,1 juta orang. Padahal negara jiran tersebut baru mulai membuka kembali perbatasan setelah ditutup selama pandemi COVID-19 pada 1 April.

“Jadi kalau kita mau mencapai 2,7 juta wisatawan Malaysia seperti sebelum COVID-19, saya kira itu target yang sangat masuk akal, apalagi sekarang antusiasme orang untuk traveling sangat besar,” ujar Hermano.

Selain soal konektivitas, menurut dia, hal penting yang juga perlu dipikirkan adalah menambah jumlah event. “Yang orang Malaysia selalu tanya itu adalah ‘sport tourism’ seperti golf, maraton, sepeda. Sangat menarik buat orang Malaysia”.

Hermono mengatakan, jika menawarkan satu daerah tujuan wisata, misalnya Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, maka juga harus disiapkan event dalam waktu yang sama sehingga menjadi nilai tambah.

“Hal yang seperti itu yang perlu kita pikirkan untuk memberi nilai tambah terhadap satu destinasi yang sudah ada. Ini yang juga perlu dipikirkan apa yang menarik untuk orang Malaysia, tapi juga tentu targetnya bukan hanya dari Malaysia saja. Kita perlu 'mem-bundle' satu destinasi dengan event-event yang menarik,” ujar Hermono.

Kegiatan “sales mission-table top Exploring New Destination of Wonder” diikuti pula oleh sekitar 20 sellers dari Indonesia yang bertemu dengan 63 buyers dari Malaysia.

Selain pentas budaya dan peragaan busana, sejumlah stan yang menawarkan berbagai produk dari industri kreatif Indonesia juga meramaikan acara tersebut. Ada yang menawarkan kerajinan tas dari Riau, kopi dan rempah-rempah dari Aceh, kerajinan Melayu hingga emas.
 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenparekraf dan KBRI adakan ''table top" destinasi wisata baru