Dubes RI kunjungi sekolah dikelola Sultan Selangor

id Raja Kamarrudin, Rusdi Kirana, Sulatan Selangor, PPWNI

PPWNI Bayu Perdana di Klang (1)

"Banyak yang mengambil kesempatan terhadap para TKI ini. Mengisi formulir saja tidak bisa karena itu hal ini harus menjadi pelajaran. Generasi mendatang tidak boleh lagi seperti itu, biarlah orang tuanya yang mengalami," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, mengunjungi sekolah anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikelola Raja Kamaruddin yang merupakan keluarga Sultan Selangor di Klang, Selangor, Selasa.

Kedatangan Rusdi ke sekolah yang dinamakan Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Bayu Perdana didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Ari Purbayanto dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Drs Agustinus Suharto MPd.

Raja Kamaruddin dalam sambutannya mengatakan motivasinya mendirikan PPWNI karena banyak TKI yang datang ke Malaysia namun pendidikannya kurang sehingga banyak dimanfaatkan agen-agen yang tidak bertanggung jawab baik dari Indonesia maupun Malaysia.

"Banyak yang mengambil kesempatan terhadap para TKI ini. Mengisi formulir saja tidak bisa karena itu hal ini harus menjadi pelajaran. Generasi mendatang tidak boleh lagi seperti itu, biarlah orang tuanya yang mengalami," katanya.

Pria keturunan Bugis ini mengatakan saat itu pihaknya menjumpai banyak TKI bekerja namun anak-anaknya tidak sekolah karena itu dirinya berinisiatif mendirikan sekolah dengan menyewa ruangan di rumah susun yang dekat dengan tempat tinggal para TKI.

"Pada awalnya memang kami yang membiayai sekolah ini namun sekarang KBRI Kuala Lumpur banyak membantu. Gurunya-pun sekarang tiga orang berasal dari Indonesia," katanya.

Dia merasa senang dengan dukungan dari pemerintah tersebut sehingga begitu anak-anak pulang ke Indonesia bisa melanjutkan sekolahnya di Indonesia.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof Dr Ari Purbayanto mengatakan Dubes Rusdi Kirana merupakan Dubes yang pertama kali berkesempatan mengunjungi PPWNI Bayu Perdana.

"Pendidikan merupakan hak anak-anak semua walaupun mereka tidak memiliki dokumen. Anak-anak sering ketakutan diancam polisi namun Raja Kamaruddin selalu membelanya," katanya.

Pada kesempatan tersebut Dubes Rusdi Kirana mengatakan pihaknya menerima pesan dari Presiden Joko Widodo agar memberikan paspor kepada semua WNI yang ada di luar negeri.

Rusdi mengatakan Presiden Joko Widodo juga meminta kepada dirinya agar bisa membuka sekolah sebanyak-banyaknya bagi anak-anak TKI yang ada di luar negeri termasuk mendirikan sekolah kejuruan.

"Saya mendukung seratus persen sekolah ini. Nanti kami akan mengirim komputer dan buku-buku. Terima kasih kepada Raja Kamaruddin yang dalam usia tidak muda lagi masih melakukan kegiatan sosial," katanya.

Pada kesempatan tersebut KBRI Kuala Lumpur menyerahkan bantuan seperangkat komputer dan buku-buku agama yang diterima guru PPWNI Bayu Perdana.

Pada kesempatan yang sama diserahkan ijazah pendidikan kesetaraan program paket A tahun pelajaran 2016 / 2017 kepada salah satu peserta didik yang ditandatangani Atdikbud KBRI Kuala Lumpur.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar