Video viral bukan penyiksaan Adelina

id Adelina

Video viral bukan penyiksaan Adelina

Terdapat kesan lebam pada kepala dan muka, cedera luka bernanah pada tangan dan kedua-dua belah kaki korban. Foto Ihsan PDRM (1) (1/)

"Kami tidak ada informasi tentang lokasi kejadian video itu direkam," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Polisi Pulau Pinang Malaysia membantah kalau video yang viral di media sosial berkaitan dengan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga asal Kupang Nusa Tenggara Timur Adelina Lisao (26).

Sebagaimana diberitakan The Star, Senin, video yang berdurasi 2.13 menit tersebut menunjukkan seorang wanita berusia dewasa menendang seorang wanita muda di bagian kepala secara berulang kali.

Seorang wanita lagi terlihat keluar dari rumah tersebut dan menyiram air ke wanita muda tersebut.

Rekaman tersebut juga menunjukkan wanita berusia dewasa tersebut memukul korban dengan kayu beberapa kali.

Ketua Polisi Seberang Prai Asisten Komisioner Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan pihak polisi sudah meneliti video viral tersebut dan menunjukkan tidak direkam di lokasi kejadian yang menimpa Adelina.

"Kami tidak ada informasi tentang lokasi kejadian video itu direkam," katanya.

Dia mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan polisi dibuat terkait video tersebut.

Sejumlah media online di Indonesia dan grup-grup WhatsApp juga ikut menyebarkan video tersebut sebagai video penyiksaan terhadap Adelina.

Sebagaimana diberitakan Adelina telah diselamatkan oleh polisi, wartawan, tetangga dan anggota dewan Sabtu (10/2) menyusul dugaan penganiayaan berulang-ulang oleh majikannya.

Dia meninggal pada Minggu (11/2) pukul 4.45 siang saat dirawat di Rumah Sakit Bukit Mertajam.

Ketika ditemukan di rumah majikannya di Taman Kota Permai, dia mengalami luka parah di kepala dan wajahnya serta mengalami infeksi luka di tangan dan kakinya.

Kondisinya terungkap setelah sebuah laporan polisi diajukan oleh seorang tetangga ke ajudan Anggota Parlemen Bukit Mertajam, Pulau Pinang Malaysia.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar