Kemenpar gelar ITTT Kuala lumpur II kejar 17 juta wisman

id Kemenpar

Wonderful Indonesia

"Malaysia merupakan fokus pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia yang menduduki peringkat ke tiga setelah Tiongkok dan Singapura," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan kegiatan Indonesia Tourism Table Top (ITTT) Kuala Lumpur II di Hotel Double Tree Kuala Lumpur, Selasa, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kami menargetkan pencapaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini sebesar 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019," ujar Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni di Kuala Lumpur, Selasa.

Untuk mendorong usaha pencapaian target 20 juta wisman, ujar dia, tahun 2018 ini Kemenpar menetapkan tiga strategi utama yaitu pemasaran melalui Visit Wonderful Indonesia (ViWI), Calendar of Events dan Digital Destination.

Selain itu, pada tahun ini strategi yang diterapkan akan lebih fokus pada kegiatan "hard selling", kerjasama dengan maskapai dan "wholesalers".

"Malaysia merupakan fokus pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia yang menduduki peringkat ke tiga setelah Tiongkok dan Singapura," katanya.

Berdasarkan realisasi wisman pada tahun 2017, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 1,24 juta atau meningkat 1,05 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 1,22 juta orang.

Sedangkan di tahun 2018, target Kemenpar untuk pasar Malaysia sebanyak 2,67 juta kunjungan wisatawan, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dan inovatif untuk menggarap pasar ini.

"Strategi Kemenpar dalam pelaksanaan ITTT KL II, adalah dengan mempromosikan destinasi prioritas Borobudur, yang bertujuan juga untuk mendukung program prioritas Bappenas Tahun 2018," katanya.

Pada kesempatan ini juga akan dimanfaatkan untuk mempromosikan destinasi Silangit mengingat saat ini sudah ada rute penerbangan Kuala Lumpur /Subang - Silangit serta untuk mempromosikan program Hot Deals Jakarta.

Kegiatan ITTT ini dilaksanakan tanggal 4 September 2018 bertempat di Double Tree by Hilton Hotel Kuala Lumpur.

Penjual yang akan berpartisipasi sebanyak 43 terdiri dari industri pariwisata Indonesia yaitu operator wisata/agen perjalanan, dan hotelier yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Utara.

Selain itu buyers yang ditargetkan hadir adalah 120 agen lokal Kuala Lumpur dan sekitarnya yang merupakan anggota MATTA dan MCTA.

Selain menggelar pertemuan bisnis atau BtoB Meeting dengan round robin system (buyers meets sellers), dilakukan juga sesi Indonesia Tourism Update oleh narasumber dari perwakilan airlines (Malindo Air dan AirAsia) yang mempresentasikan konektivitas dari Malaysia ke destinasi di Indonesia.

Dilanjutkan dengan presentasi program Hot Deals Jakarta oleh Achmad Sufyani dans dari Tim Percepatan 10 Destinasi Unggulan Kemenpar Laras yang akan mempresentasikan destinasi pariwisata Borobudur.

Usai presentasi akan dilanjutkan dengan tanya-jawab dan acara jamuan makan.

"Dengan dilaksanakannya ITTT KL II ini, diharapkan akan lebih banyak terjalin kontrak bisnis antara penjual Indonesia dengan pembeli Malaysia serta adanya terbaru tentang destinasi pariwisata Indonesia kepada warganegara Malaysia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia," katanya.







Baca juga: Kemenpar sebut Wisman mulai beralih ke Indonesia 
 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar