KBRI Kuala lumpur kembali gelar ARCHEX 3.0

id archex

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur kembali menyelenggarakan Indonesia Archipelago Exhibition (ARCHEX) yang diadakan pada 10 - 11 Desember 2018 bertempat di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur. (1)

"KBRI Kuala Lumpur akan menjadikan ARCHEX sebagai program rutin promosi. Pada tahun 2018 masih menampilkan terbatas pada produk barang dan diharapkan di tahun mendatang akan memperluas cakupan promosi di sektor pendidikan dan tenaga kerja, pariwisata
Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur kembali menyelenggarakan Indonesia Archipelago Exhibition (ARCHEX) yang diadakan pada 10 - 11 Desember 2018 bertempat di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.

ARCHEX 3.0 kali ini mengangkat tema "Gempita Warna Indonesia" dengan menampilkan berbagai produk busana dan kecantikan termasuk aksesoris, alas kaki, dan tas.

Pameran ini lebih bertujuan untuk melakukan branding terhadap produk busana dan kecantikan Indonesia di pasar Malaysia sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai Hub Fashion Muslim Dunia pada tahun 2020.

"KBRI Kuala Lumpur akan menjadikan ARCHEX sebagai program rutin promosi. Pada tahun 2018 masih menampilkan terbatas pada produk barang dan diharapkan di tahun mendatang akan memperluas cakupan promosi di sektor pendidikan dan tenaga kerja, pariwisata serta investasi," ujar Wakil Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Krishna K. U. Hannan, .

Pada rangkaian acara ARCHEX selain pameran dan fashion show, akan digelar pula seminar kesehatan, kecantikan, dan pengembangan kewirausahaan.

Terdapat 22 booth yang akan menampilkan hasil karya beberapa designer Indonesia seperti Zainal Songket, Jeny Tjahyawati, Lia Afif, Tuty Adib, Eva, Savitri, Nila Baharuddin, Nany Oktavia dan Dhany Rose.

Sedangkan pelaku usaha produk fashion dan beauty Indonesia yang turut berpartisipasi antara lain Biokos, Wardah, Mustika Ratu, Harum Sari Nusantara, Glam, Fifi Collection, IndHe, Rita Batik, Datik Baik, Rajib Tenun, Rasaya Fashion, Elsalwa Hijab, Ridcoll, De?monte Exclusive Shoes, Mutiara Lombok Waidah, Purnama Craft & Fashion dan Kabinawa Indonesia.

Dalam konteks peningkatan ekspor nasional, diharapkan kegiatan ARCHEX ini akan mendorong peningkatan penetrasi produk fashion dan beauty Indonesia di pasar Malaysia khususnya dan pasar internasional. Berdasarkan data statistik ekspor Indonesia untuk produk fashion and clothes ke dunia pada tahun 2017 tercatat sebesar 951,8 juta dollar AS, meningkat 1,24 persen dibandingkan pada 2016 sebesar 939,9 juta dollar AS.

Ekspor Indonesia ke Malaysia untuk produk yang sama pada tahun 2017 tercatat sebesar 335,683 dollar AS, sedangkan 2018 periode Januari ? Oktober sebesar 268,157 dollar AS.

Pasar tujuan ekspor untuk produk busana dan kain Indonesia antara lain Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Jerman, Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, Belgia, Korea, Inggris, dan Malaysia serta Singapura sebagai negara tetangga.

Sedangkan untuk produk kecantikan ekspor Indonesia ke dunia tercatat sebesar 129,1 juta dollar AS pada tahun 2017, menurun 0,7 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 130,1 juta dollar AS.

Ekspor Indonesia ke Malaysia untuk produk yang sama pada tahun 2017 tercatat sebesar 11,2 juta dollar AS, sedangkan di tahun 2018 periode Januari ? Oktober sebesar 10 juta dollar AS.

ARCHEX merupakan terobosan program baru KBRI Kuala Lumpur dalam mendukung upaya promosi tiga sektor yaitu perdagangan, pariwisata dan investasi.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Republik Indonesia dimana seluruh kementerian termasuk perwakilan RI di luar negeri diharapkan untuk menggencarkan promosi dalam kerangka diplomasi ekonomi.

ARCHEX sebelumnya telah diselenggarakan pada tanggal 3-4 April 2018 dan 15-16 Agustus 2018.

"Fashion dan beauty merupakan salah satu produk industri kreatif yang memberikan kontribusi cukup besar pada angka ekspor non migas Indonesia dan sudah seyogyanya kedua produk ini diberikan perhatian khusus dalam mempromosikannya di luar negeri," ujar , Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Rifah Ariny.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar