Dosen Unej Atdikbud baru KBRI Kuala lumpur

id Atdikbud KBRI Kuala Lumpur,dosen Unej

Sertijab Atdikbud dan Kepala SIKL

"Kegiatan pendidikan di Malaysia tidak sebatas pada sekolah, kerjasama antar universitas dan pada hakekatnya kami melihat lebih luas Pak Ari dan Pak Ari telah memberikan aspek perlindungan dan pelayanan hingga ke ladang-ladang sawit sebagaimana pesan
Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember M. Farid Ma`ruf PhD diangkat menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) baru KBRI Kuala Lumpur menggantikan Prof Dr Ari Purbayanto yang kembali ke IPB.

Farid yang juga alumni S1 dan S2 ITB tersebut ikut hadir dalam serah terima tugas dan tanggung jawab Atdikbud dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) kepada perwakilan Republik Indonesia di Kuala Lumpur yang berlangsung di lantai 1 KBRI, Sabtu.

Penandatanganan naskah serah terima jabatan berlangsung antara Ari Purbayanto diserahkan kepada Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Krishna KU Hannan kemudian Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dari Agustinus Suharto kepada Korfung Pensosbud Agung Cahaya Sumirat.

Bertindak sebagai saksi adalah Korfung Politik Agus Badrul Jamal dan Atase Perdagangan Rifah Ariny.

Kemudian dilanjutkan penyerahan memorandum akhir tugas dari Ari Purbayanto kepada Krishna KU Hannan dan Agustinus Suharto kepada Agung Cahaya Sumirat.

Rencananya Farid Ma`ruf selanjutnya akan dilantik oleh Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana.

Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Krishna KU Hannan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Ari Purbayanto dan Agustinus Suharto yang telah melakukan kegiatan-kegiatan yang luar biasa di perwakilan RI di Kuala Lumpur.

"Kegiatan pendidikan di Malaysia tidak sebatas pada sekolah, kerjasama antar universitas dan pada hakekatnya kami melihat lebih luas Pak Ari dan Pak Ari telah memberikan aspek perlindungan dan pelayanan hingga ke ladang-ladang sawit sebagaimana pesan Pak Dubes," katanya.

Krishna mengatakan KBRI Kuala Lumpur telah memberikan layanan pendidikan ke ladang-ladang yang untuk mencapai lokasinya perlu perjalanan berjam-jam hingga ada yang mencapai delapan jam.

"Kami mohon kepada staf Atdikbud dan staf SIKL bisa memberikan dukungan kepada Atdikbud yang baru. Saya yakin nanti begitu Pak Dubes datang akan memberikan arahan kepada Prof Ari dan Pak Dubes yang baru karena tugas tidak ringan dengan mengelola anggaran yang besar," katanya.

Krishna mengatakan yang pekerjaan rumah yang agak berat adalah pembangunan sekolah di Kinabalu sedangkan posisi KBRI adalah menunggu lebih lanjut dari Kemenlu dan Kemdikbud yang nanti akan dilaksanakan pada 2019.

"Kami mengharapkan kepada Atdikbud baru agar cepat `tune in` dan menyesuaikan dengan lingkungan yang baru," katanya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar