Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Malaysia bantu petani padinya di tengah kenaikan harga solar komersial

Selasa, 5 Mei 2026 21:42 WIB
Image Print
Arsip foto - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memimpin rapat kabinet Malaysia. (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia membantu petani padi di negara itu dalam mengurangi biaya membajak sawah, dengan nilai bantuan 300 ringgit (Rp1,3 juta) per hektare sawah, per musim, di tengah kenaikan harga solar komersial.

Perdana Menteri Malaysia menyatakan bantuan diberikan dengan penyaluran uang muka sebanyak 200 ringgit (Rp877 ribu) per hektare sawah petani.

"Dewan Aksi Ekonomi Nasional Malaysia menyetujui pembayaran uang muka, yaitu Insentif Tarif Khusus Pembajakan karena mereka harus menyewa mesin pembajak. Jadi program pembajakan harus dilanjutkan, tetapi mereka membutuhkan modal. Oleh karena itu, kami pikir lebih baik diberikan uang muka sebesar 200 ringgit agar mereka dapat melanjutkan kegiatan penanaman padi," kata Anwar Ibrahim, di Malaysia, Selasa.

Dia menyebut kebijakan itu memiliki implikasi keuangan senilai 48 juta ringgit (Rp210 miliar) yang telah disetujui pekan ini, dan akan menguntungkan 240 ribu petani padi terdaftar.

Adapun besaran bantuan 300 ringgit per hektare bagi petani padi itu meningkat dari nominal bantuan sebelumnya yang ditetapkan 160 ringgit per hektare sawah.

Pemerintah Malaysia memberikan bantuan tersebut untuk membantu petani padi di tengah kenaikan harga solar komersial.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026