Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

RI-Kazakhstan buka peluang kerja sama sejumlah sektor strategis

Selasa, 12 Mei 2026 07:24 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Perdana Menteri (PM) Kazakhstan Olzhas Bektenov (kanan) di Government House Kazakhstan, Astana, Senin (11/5/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan membuka peluang penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis, mulai dari energi, industri, pertanian, pengolahan makanan, tekstil, perbankan syariah, ekonomi digital, pendidikan, hingga pariwisata.

Penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan bilateral Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perdana Menteri (PM) Kazakhstan Olzhas Bektenov di Government House Kazakhstan, Astana, Senin.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) RI-Kazakhstan ke-2 dan menjadi momentum penguatan hubungan ekonomi strategis kedua negara.

“Indonesia melihat Kazakhstan sebagai mitra strategis di Kawasan Asia Tengah dan Eurasia. Dengan posisi geografis dan konektivitas regional yang dimiliki Kazakhstan, terdapat peluang besar untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan industrial partnership antara kedua negara,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Di sektor energi, kedua negara menekankan pentingnya kerja sama transisi energi dan pengembangan energi terbarukan. Indonesia juga menegaskan komitmennya mencapai target net zero emission pada 2060.

Selain itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama pengembangan panas bumi (geothermal), hilirisasi industri, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai. Penjajakan kerja sama di sektor minyak dan gas bumi (migas) juga turut menjadi pembahasan.

Di bidang ekonomi digital, Indonesia menyampaikan target peningkatan nilai ekonomi digital nasional dari sekitar 130 miliar dolar AS menjadi 200 miliar dolar AS pada 2030.

Kedua negara memandang transformasi digital sebagai salah satu area strategis baru untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral ke depan.

Sementara di sektor investasi, Indonesia dan Kazakhstan menegaskan pentingnya penguatan mekanisme investasi dan fasilitasi bisnis. Astana International Financial Centre dinilai dapat menjadi platform penting untuk mendukung penguatan investasi dan konektivitas ekonomi kawasan.

Kedua negara juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan konektivitas logistik dan transportasi.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang pemanfaatan posisi strategis Kazakhstan sebagai jalur transit, pengembangan koridor transportasi internasional, serta penguatan jalur logistik dan terminal perdagangan menuju pasar regional Asia Tengah dan Eurasia.

Selain itu, kedua pihak turut membahas pentingnya penguatan border economic cooperation guna mendukung kelancaran arus perdagangan dan perluasan akses pasar.

Airlangga mengatakan, Indonesia terus aktif mendorong peningkatan perdagangan dengan negara-negara di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU) setelah disepakatinya Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) pada 21 Desember 2025.

Menurut dia, Kazakhstan sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tengah menjadi mitra utama Indonesia untuk memperluas perdagangan di kawasan Eurasia.

Sebagai negara dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar 333,7 miliar dolar AS dan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5 persen pada 2025, Kazakhstan dipandang sebagai mitra strategis Indonesia dalam penguatan perdagangan, investasi, konektivitas logistik, energi, mineral strategis, dan transformasi digital.

Airlangga juga menyampaikan Indonesia memandang Kazakhstan sebagai strategic gateway menuju kawasan Eurasia dan mitra penting dalam mendukung diversifikasi perdagangan serta penguatan rantai pasok regional.

Sementara, PM Bektenov menegaskan komitmen pemerintah Kazakhstan untuk terus memperluas hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia.

“Kazakhstan memberikan perhatian besar pada perluasan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Indonesia. Kami meyakini adanya potensi signifikan untuk meningkatkan capaian ini dan kami sangat tertarik untuk memperluas kerja sama investasi,” ujar Bektenov.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI-Kazakhstan buka peluang kerja sama sejumlah sektor strategis



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026