Bos basket Malaysia cuti karena insiden bendera salah

id Insiden bendera Malaysia,Bendera Malaysia, Basket Malaysia

Bos basket Malaysia cuti karena insiden bendera salah

Dokumentasi - Pendukung Malaysia mengibarkan bendera nasionalnya saat Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 di Korea Utara. (AFP/MLADEN ANTONOV)

Jakarta (ANTARA) - Bos asosiasi bola basket Malaysia cuti tak terbatas setelah insiden salah bendera kebangsaan yang dikibarkan pada sebuah turnamen basket junior yang memantik kemarahan besar rakyat Malaysia, selain memicu tuduhan pengkhianatan dan bahkan penyelidikan polisi.

Bendera kebangsaan yang salah itu terlihat di layar besar sebuah stadion di Kuala Lumpur pada pembukaan turnamen bola bakset U-15 akhir pekan lalu.

Bendera itu memperlihatkan bintang dengan lima arah padahal bintang pada bendera kebangsaan Malaysia berupa bintang pecah 14. Tidak cuma itu salahnya, bendera yang dikibarkan itu cuma memuat 10 garis, padahal aslinya 14 garis.

Media sosial pun dibanjiri kemarahan, sedangkan kementerian pendidikan mengecam blunder itu sebagai "pengkhianatan terhadap nasionalisme kita" dan polisi sendiri memanggil kepala badan bola basket Lua Choon Hann untuk dimintai keterangan.

Di tengah insiden itu, Asosiasi Bola Basket Malaysia mengumumkan Kamis malam kemarin bahwa Lua akan cuti dalam waktu yang tak ditentukan karena dia merasa bertanggung jawab.

AFP melaporkan, Asosiasi Bola Basket Malaysia menyatakan bahwa insiden itu murni kesalahan yang tidak disengaja dan mengambinghitamkan pihak luar yang membuat bendera salah itu.

Bendera kebangsaan Malaysia adalah sumber kebanggaan nasional negeri ini sehingga tidak menghormatinya akan menjadi pelanggaran besar, bahkan bisa berakhir dengan tuntutan hukum.

Beberapa pengamat menyebutkan bahwa bintang dalam bendera salah itu mirip dengan bintang dalam bendera kebangsaan China sehingga mengundang kecurigaan di negeri yang memiliki sejarah tidak akur antara minoritas etnis Cina dengan mayoritas Melayu.
 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar