Muhammadiyah Malaysia qurban 11 sapi 18 kambing

id Muhammadiyah Malaysia,Qurban

Qurban Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia tahun sebelumnya.

"Pemotongan akan dilakukan pada hari pertama Lebaran Haji, yaitu Rabu, 22 Agustus 2018 di Kampung Baru, Kuala Lumpur," ujar Ketua Panitia Qurban 2018, Fauzy Fatkhur yang juga Wakil Ketua PCIM Malaysia di Kuala Lumpur, Selasa.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia pada Hari Raya Idul Adha 1439 H tahun ini diamanahkan untuk memotong dan menyalurkan 11 ekor sapi serta 18 ekor kambing.

"Pemotongan akan dilakukan pada hari pertama Lebaran Haji, yaitu Rabu, 22 Agustus 2018 di Kampung Baru, Kuala Lumpur," ujar Ketua Panitia Qurban 2018, Fauzy Fatkhur yang juga Wakil Ketua PCIM Malaysia di Kuala Lumpur, Selasa.

Fauzi mengatakan sejak 2011 Muhammadiyah Malaysia yang tergabung dalam PCIM Malaysia secara kontinyu menerima, mengelola dan menyalurkan daging kurban di negeri jiran Malaysia.

"Usaha ini didukung juga oleh elemen mahasiswa (IMM Malaysia), komunitas ibu-ibu (PCIA Malaysia) dan juga unit MyLazismu serta MDMC Malaysia," katanya.

Dia mengatakan Qurban yang dimulai dengan satu ekor sapi di tahun 2011 lalu kini menjadi berkesinambungan dengan peningkatan jumlah hewan qurban dari tahun ke tahun.

Ketua PCIM Malaysia Assoc Prof Dr Sonny Zulhuda mengapresiasi kerja keras panitia yang kompak dalam mencari sohibul qurban yang cukup banyak.

"Ini bermakna semakin banyak kaum muslimin yang dapat ikut bergembira merasakan manisnya daging qurban," katanya. Selanjutnya, imbuh Sonny, pencapaian ini akan memperkuat syiar dakwah Islam dan pergerakan Muhammadiyah di Malaysia.

"Menarik jika memperhatikan demografi sohibul qurban yang lebih dari 70 orang itu. Mereka bukan hanya warga negara Indonesia dan Malaysia, namun juga ada warga asing lainnya seperti Aljazair, Mauritius, China dan Singapura.

Dia mengatakan latar belakang profesi mereka sangat beragam mulai dari profesor di berbagai kampus, pejabat di KBRI, praktisi profesional, tokoh pengusaha, tokoh parpol Indonesia di Malaysia, mahasiswa, ibu rumah tangga dan juga buruh migran.

Sonny mengatakan demografi tersebut adalah refleksi keberagaman komunitas yang merupakan mitra dakwah bagi pergerakan Muhammadiyah di Malaysia.

"Meskipun tidak semuanya adalah warga Muhammadiyah, bisa dipastikan mereka adalah simpatisan Muhammadiyah di Malaysia," katanya.

PCIM Malaysia akan menyalurkan daging qurban ke berbagai sasaran diantaranya buruh migran Indonesia dan asing, mahasiswa, komunitas pengungsi, dan juga keluarga besar persyarikatan.

Direncanakan lebih dari 1.500 bungkus daging yang akan terkumpul dan dibagi-bagikan ke berbagai lokasi di Kuala Lumpur dan Selangor.

Selain itu, ada dua ekor kambing yang dikhususkan untuk daerah pedalaman di Gunung Kidul di Yogyakarta dan dikelola langsung oleh Wakil Ketua PCIM Malaysia Zulfan Haidar yang juga kader asal Kauman.

Menurut Sonny, acara qurban besok akan dihadiri perwakilan Korfung Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat dan Ketua Diaspora Indonesia Dato` Seri Chairul Anhar yang akan turut hadir menyaksikan hewan qurbannya.

Sonny berharap kegiatan qurban ini menjadi pemecut bagi para kader, aktivis dan simpatisan dakwah untuk menguatkan barisan pergerakan dan kebangsaan.

"Ke depannya dalam skala lokal dan nasional, Muhammadiyah harus tetap menjadi pengayom dan penghubung seluruh elemen bangsa untuk bersama mengisi kemerdekaan dengan usaha nyata dan berkemajuan di berbagai bidang seperti dakwah, pendidikan anak dan pemberdayaan buruh migran Indonesia di Malaysia," katanya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar