350 anak PMI belajar di Sekolah Indonesia Johor Bahru

id SIJB,anak PMI ,undocumented

350 anak PMI belajar di Sekolah Indonesia Johor Bahru

Tangkapan layar Konsul Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Mohamad Rizali Noor, Jumat (5/8/2022). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sebanyak 350 anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini belajar di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Malaysia.

"Di awal berdirinya SIJB siswanya hanya berjumlah tujuh orang, di mana keseluruhannya merupakan anak-anak PMI. Selanjutnya, di 2015, atas perhatian kementerian di pusat, gedung SIJB berdiri dan diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan kala itu," kata Konsul Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Mohamad Rizali Noor dihubungi dari Kuala Lumpur, Jumat.

Rizali yang juga merupakan Pelaksana Kepala Sekolah Indonesia Johor Bahru mengatakan, di awal tahun pembelajaran 2022, jumlah anak yang belajar di sekolah tersebut mencapai 350 orang terdiri atas  siswa tingkat SD dan SMP.

Baca juga: KJRI Johor Bahru rawat seorang anak perempuan yang terpisah dari ibunya

SIJB, menurut dia, mulai memberikan layanan pendidikan pada 5 Januari 2014 atas inisiasi dari Konsul Jenderal Johor Bahru Taufiqur Rizali, yang melihat perlunya Pemerintah Indonesia memberikan perlindungan untuk anak-anak pekerja migran berupa pemenuhan hak dasar pendidikan.

Pendiriannya tidak mudah mengingat status izin tinggal para orang tua dan anaknya yang hampir seluruhnya tidak memiliki dokumen, kata Rizali.

Meski demikian, berkat upaya pendekatan konsisten kepada pemerintah setempat saat ini keberadaan SIJB relatif telah diakui, meskipun belum secara formal sebagai tempat pendidikan anak-anak Indonesia.

Ia mengatakan 100 persen murid di SIJB adalah anak-anak PMI yang ketika mendaftar ke sekolah tidak memiliki dokumen. Mereka lahir di Malaysia dan dapat dipastikan belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Air.
 
Pewarta :
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2022