Empat WNI selamat dalam kapal tenggelam di perairan Pulau Berhala

id Kapal Korek,Pulau Berhala,Kapal Tenggelam

Kapal Tenggelam Evakuasi korban kapal tenggelam (Foto ANTARA / dok)

"Pusat Operasi Maritim Malaysia Wilayah Timur telah menerima informasi dari Khairul, Kapten Bot Tunda Dickson 8 melalui telepon berkenaan sebuah kapal korek (WTK1) telah tenggelam di kawasan Perairan Pulau Berhala," katanya.
Kuala Lumpur,  (AntaraKL) - Kapal untuk menambang bijih timah (kapal korek) berpenumpang Warga Negara Indonesia (WNI) dan Thailand tenggelam di kawasan Perairan Pulau Berhala, Pekan, Pahang pada (20/12) pukul 18.00 petang.

Pengarah Maritim Wilayah Timur, Laksamana Pertama Maritim Zulkarnain Bin Mohd Omar mengemukakan hal itu di Kuala Lumpur, Kamis.

"Pusat Operasi Maritim Malaysia Wilayah Timur telah menerima informasi dari Khairul, Kapten Bot Tunda Dickson 8 melalui telepon berkenaan sebuah kapal korek (WTK1) telah tenggelam di kawasan Perairan Pulau Berhala," katanya.

Kapal korek WTK1, ujar dia, dalam perjalanan dari Batam, Indonesia menuju ke Thailand untuk perbaikan, setiba di perairan Pulau Berhala, kapal telah mengalami kebocoran pada bahagian kanan kapal dan telah diterjang ombak setinggi tiga meter menyebabkan kapal tersebut tenggelam.

"Kapten bersama-sama 11 kru, empat orang warga Indonesia dan delapan warga Thailand telah menyelamatkan diri dengan menggunakan rakit penyelamat selama 13 jam. Kemudian mereka telah diselamatkan oleh sebuah bot Tunda, Dickson 8 yang melalui kawasan tersebut lebih kurang pukul 20.44 malam," katanya.

Menurut Zulkarnain bot tunda telah membawa kesemua mereka masuk ke Pelabuhan Kuantan Kamis lebih kurang pukul 09.30 pagi.

"Semua dalam keadaan selamat dan hanya dua kru mengalami kecederaan ringan dan telah mendapatkan perawatan di Hospital Tengku Ampuan Afzan . Pihak KBRI dan Kedutaan Thailand telah dihubungi untuk urusan dokumentasi dan pengantaran pulang," katanya.

Dia mengatakan musim dan cuaca yang tidak menentu serta ombak setinggi tiga hingga empat meter amat berbahaya kepada aktifitas perkapalan.

Pihak Maritim Malaysia senantiasa memberi bantuan kepada komunitas maritim yang memerlukan bantuan kecemasan di laut.

"Komunitas maritim bisa berhubungan terus dengan Maritim Malaysia sekiranya terjadi insiden yang tidak diingini di laut pada nomer telepon 09-5717345 atau MERS 999 yang beroperasi 24 jam," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar