Belajar ke Malaysia ?

id Hani Adhani,Belajar Ke Malaysia

Hani Adhani

Contohnya Kota Kuala lumpur yang notabene Kota Megapolitan di Malaysia memiliki tingkat biaya hidup yang sama dengan Jakarta padahal apabila di lihat dari pendapatan perkapita masyarakat Kuala Lumpur jauh diatas masyarakat yang tinggal di Jakarta.
Salah satu program unggulan yang dibuat oleh PPI Dunia yang bekerjasama dengan PPI diseluruh dunia adalah program Bantu Guru Melihat Dunia. 

Salah satu negara yang menjadi destinasi bagi para guru yang nantinya akan mengikuti program Guru Melihat Dunia adalah Malaysia. 

Mungkin nantinya akan ada beberapa guru yang lolos seleksi untuk mengikuti program Bantu Guru Melihat Dunia yang bertanya-tanya "Mengapa Belajar harus ke Malaysia?".

Dalam kesempatan ini kami dari PPI Malaysia akan mencoba menguraikan beberapa hal yang bisa membuat mata kita sedikit terbuka dengan Malaysia khususnya terkait dengan Sistem Pendidikan dan berbagai nilai plus yang dimiliki Malaysia.   

Dekade Tahun 70 - 80

Malaysia sebagai salah satu negara yang bergabung dalam kelompok negara commenwealth (persemakmuran) baru mendeklarasikan kemerdekaanya pada tanggal 31 Agustus 1957. 

Meski boleh dikatakan terlambat mendeklarasikan kemerdekaannnya, namun ada upaya yang serius yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia untuk mengejar ketertinggalannya. 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Malaysia adalah dengan fokus membesarkan pendidikan terlebih dahulu dengan cara menyekolahkan para guru Malaysia untuk belajar ke Indonesia.

Mungkin kita pernah mendengar pada periode dekade tahun 70 dan 80-an banyak guru-guru Indonesia yang diminta mengajar di Malaysia mulai dari giru SD, SMP sampai SMA. 

Sementara anak-anak muda yang baru lulus sekolah menengah atas dan guru-guru muda Malaysia disekolahkan dan kuliah di beberapa universitas di Indonesia. 

Program ini dilakukan oleh Malaysia pada periode era tahun 70 dan 80 an. 

Pemberitaan Kompas pada tahun 1971 memberitakan bahwa Indonesia memberangkatkan 48 guru berijazah sarjana untuk mengajar di Malaysia. 

Pengiriman guru sekolah menengah ini untuk meningkatkan mutu sekolah menengah di Malaysia yang menggunakan pengantar bahasa Melayu. 

Tahun 1968 dikirim 44 guru dan pada 1970 sebanyak 100 guru. Setelah tiga tahun, guru-guru tersebut harus kembali ke Tanah Air karena kebutuhan guru di Indonesia belum memadai. 

Selain itu, mungkin kita juga banyak mendengar dari para orang tua kita terkait banyaknya pelajar dari Malaysia di era tahun 80-an yang belajar di IKIP (sekarang Universitas Negeri) atau terkenal juga dengan istilah sekolah calon guru. 

Hal tersebut adalah bagian dari visi dan misi Malaysia untuk mengejar ketertinggalnnya dimana kebijakan yang dibangun adalah dengan melakukan percepatan pendidikan khususnya untuk para guru.

Kebijakan Pemerintah Malaysia

Kebijakan lain yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia khususnya pada era Perdana Menteri Mahatir Muhammad adalah dengan mengirimkan dan memberikan beasiswa kepada semua pelajar atau mahasiswa terbaik agar kuliah di luar negeri dan diprioritaskan adalah dari rumpun melayu. 

Mahasiswa terbaik tersebut ada yang dikirim ke Indonesia dan juga beberapa negara Eropa khususnya Inggis. 

Hasil dari kebijakan tersebut pada akhirnya dapat dirasakan saat ini.  

Hampir semua kampus di Malaysia di isi oleh para doktor dan profesor lulusan UK dan kampus Malaysia hampir semua bertaraf internasional serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa standar metode belajar sehingga tidak mengherankan apabila banyak mahasiswa dari seluruh dunia yang belajar di Malaysia
Selain itu, beberapa faktor dan pertimbangan yang menyebabkan Malaysia menjadi salah satu tempat favorit untuk  kuliah adalah sebagai berikut :

1.    Bahasa Inggris. 
Bahasa Inggris di Malaysia menjadi bahasa kedua setelah bahasa Melayu. Anak sekolah di Malaysia sejak sekolah dasar sudah belajar bahasa inggris sehingga ketika menginjak bangku kuliah bahasa Inggris mereka sudah lancar dan fasih. 

Hal lain yang juga menyebabkan mereka mudah berbahasa Inggris adalah karena Malaysia adalah negara jajahan Inggris yang notabene berbahasa Inggris sehingga lidah orang Malaysia sangat familiar dengan abjad dan lapal bahasa Inggris. 

Di Malaysia hampir semua orang dapat berbahasa Inggris karena bahasa Inggris telah menjadi bahasa resmi kedua setelah bahasa Melayu. Tentunya hal tersebut menjadikan Malaysia memiliki nilai lebih dibandingkan negara asean lainnya.

2.    Sistem Pendidikan yang memudahkan Mahasiswa. 
Malaysia termasuk negara yang memiliki kurikulum pendidikan yang ramah terhadap mahasiswa. Pengertian ramah adalah mudah dan tidak membuat mahasiswwa stres. 

Contohnya setiap mahasiswa baik S-1, S-2 atau S-3 dapat memilih metode kuliah yang mereka imginkan, apakah full course work, course work+thesis research ataupun full research. 

Jadi bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menulis dan membuat  riset mereka bisa memilih pola kuliah full course work. 
Sehingga mahasiswa dapat kuliah menyesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki.

3.    Infrastruktur Kampus yang Gemilang
Apabila kita mengunjungi Malaysia khususnya Kota Kuala Lumpur untuk pertama kali maka pasti kita akan dikagetkan dengan berbagai infrastruktur yang luar biasa bagus dan keren. 

Pasti kita tidak menyangka bahwa infrastruktur Malaysia gradenya sudah setara dengan negara maju di eropa, mulai dari jalan hingga bangunan dan gedung. 

Belum lagi kampus atau universitas yang dibangun secara serius sehingga kampus menjadi tempat yang nyaman dan menggairahkan untuk dikunjungi mahasiswa. 

4.    Biaya Pendidikan yang Murah. 
Malaysia termasuk negara yang menerapkan pola pendidikan murah khususnya untuk universitas negeri yang langsung berada dibawah pengelolaan Kerajaan Malaysia. 

Pihak kerajaan memberikan semacam subsidi dan bantuan khusus untuk universitas negeri sehingga hal tersebut dapat menekan biaya kuliah sehingga biaya kuliah di universitas negeri di Malaysia pasti akan lebih murah dibandingkan dengan negara lainnya, baik itu untuk S-1, S-2 ataupun S-3..

5.    Transportasi Publik yang murah dan Terintegrasi. 
Sejak era Perdana Menteri Mahatir Muhammad, visi yang dibangun Malaysia adalah menjadikan Malaysia negara maju pada tahun 2020 dan untuk mendukung hal tersebut di topang oleh sarana publik transportasi yang terintegrasi, canggih, mudah dan murah. 
Penerapan publik transportasi yang terintegrasi tersebut diterapkan di seluruh wilayah negara bagian Malaysia. 

Adanya sistem publik transportasi yang terintegrasi, canggih, mudah dan murah tersebut menjadikan Malaysia memiliki daya tarik lebih untuk para pelancong dan juga para mahasiswa asal luar negeri. 

Mereka tidak meski pergi ke eropa atau jepang untuk menikmati publik transportasi seperti kereta cepat, MRT, LRT dan monorail karena di Malaysia itu semua sudah ada dan sudah terintegrasi.

6.    Beasiswa Pemerintah Malaysia. 
Malaysia juga termasuk negara yang sangat gencar memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing dari berbagai negara dan setiap tahun biasanya angka penerima beasiswa selalu bertambah dan dana beasiswa tersebut bukan hanya berasal dari Pemerintah Malaysia namun juga dari institusi lain yang ada di Malaysia serta dari perusahaan atau BUMN Malaysia. 

Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa luar negeri untuk datang ke Malaysia.

7.    Biaya Hidup yang Murah. 
Malaysia termasuk negara yang sangat konseun terhadap kemajuan ekonomi rakyatnya, sehingga Pemerintah Malaysia selalu mengupayakan agar harga makanan pokok selalu murah dan terjangkau. 

Hal tersebut menyebabkan biaya hidup di Malaysia murah dan hampir sama dengan biaya hidup di Indonesia. 

Contohnya Kota Kuala lumpur yang notabene Kota Megapolitan di Malaysia memiliki tingkat biaya hidup yang sama dengan Jakarta padahal apabila di lihat dari pendapatan perkapita masyarakat Kuala Lumpur jauh diatas masyarakat yang tinggal di Jakarta.

8.    Ekosistem dan Industri Perekonomian Syariah 
Hal lain yang juga menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi mahasiswa Muslim adalah adanya upaya yang serius dari Pemerintah Malaysia untuk menjadikan malaysia sebagai pusat percontohan penerapan ekonomi syariah secara global dan menjadi sebuah ekosistem serta menjadi industri. 

Hal tersebut menjadi daya tarik bagi negara-negara lain khususnya yang mayorotas muslim untuk mengirimkan warganya belajar ekonomi syariah di Malaysia. 

Oleh karenanya jangan kaget apabila di beberapa kampus di Malaysia banyak mahasiswa asal timur tengah dan juga afrika yang mayoritas beragama Islam menimba ilmu ekonomi syariah di Malaysia. 

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan Malaysia menjadi daya tarik dan sebagai salah satu destinasi serta  tujuan belajar atau kuliah bagi mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia. 
Negara Malaysia telah mengubah haluan pendidikan yang selama ini selalu di dominasi oleh pendidikan barat sehingga mengalihkan dan menjadikan pendidikan di wilayah timur menjadi alternatif untuk menimba ilmu dan pengalaman. 

Jangan Alergi dengan Malaysia

Semoga Indonesia yang notabene dulunya adalah guru bagi Malaysia juga dapat kembali merapatkan barisan, bekerja keras dan bekerja cerdas serta “tidak alergi dan malu” untuk belajar dari Malaysia dan mengejar ketertinggalan pendidikan dari Malaysia sehingga dalam dataran yang paling minimal kita dapat menyaingi kualitas pendidikan Malaysia yang hampir semua kampusnya sudah bertaraf Internasional. 

Adanya program Bantu Guru Melihat Dunia dengan mengirimkan guru-guru Indonesia terpilih ke Malaysia yang dilakukan oleh PPI Dunia bekerjasama dengan PPI Malaysia adalah sebagai upaya untuk kembali mengulang sejarah masa lalu yang juga dilakukan oleh Malaysia di era tahun 70 dan 80 an yang mengirimkan para gurunya untuk belajar ke Indonesia. 

Inilah takdir yang mau tidak mau dan suka tidak suka harus kita hadapi, so jangan malu dan alergi untuk mengatakan ayo kita belajar dari Malaysia. Insha Allah Pemerintah dan Kerajaan Malaysia akan sangat welcome menyambut kedatangan para guru asal Indonesia karena kitapun dulu sangat welcome menerima kedatangan para guru dari Malaysia. 

Tentunya program ini juga harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari program KBRI Malaysia yang nantinya akan membantu membuka dan memudahkan jalan serta akses bagi para guru untuk melihat dunia pendidikan Malaysia dengan diback up dan dibantu oleh Pemerintah dan Kerajaan Malaysia.
 

* Mahasiswa program doktor ilmu hukum IIUM Malaysia dan Panitera Pengganti Mahkamah Konstitusi RI. Wakil koordinator Bidang Advokasi dan Hukum PPI Malaysia dan Pengurus PCIM Malaysia.


 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar