Tiket mahal warga Tanjungpinang ke Jakarta melalui Singapura

id Tiket,pesawat,Jakarta,Tanjungpinang,mahal,lewat,singapura

Ilustrasi - Petugas memeriksa tiket calon penumpang pesawat di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (30/5/2019). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Tanjungpinang (ANTARA) - Warga Kota Tanjungpinang terpaksa berangkat ke Jakarta melalui Bandara Changi, Singapura, lantaran harga tiket pesawat mahal.

"Harga tiket pesawat lebih murah kalau dari Singapura ke Jakarta, dibanding dari Tanjungpinang atau Batam ke Jakarta," kata anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudy Chua di Tanjungpinang, Jumat.

Ia mengatakan harga tiket pesawat dari Tanjungpinang ke Jakarta rata-rata lebih dari Rp1 juta. Harga tiket pesawat akan lebih mahal pada hari libur, contohnya libur Idul Fitri.

Sementara harga tiket dari Singapura ke Jakarta sekitar Rp600.000. Sementara harga tiket kapal dari Tanjungpinang ke Singapura hanya Rp220.000.

Bus yang mengantar penumpang dari Tanah Merah menuju Bandara Changi Singapura hanya 2 Dolar Singapura.

"Bahkan ada tiket dari Singapura ke Jakarta hanya Rp400.000-an," ucapnya.

Ia merasa aneh kenapa harga tiket pesawat dalam negeri lebih mahal dibanding dari Singapura ke Jakarta.

"Saya pikir ada yang salah dalam pengelolaannya sehingga harga tiket pesawat cenderung tidak terkendali, dan memberatkan masyarakat," ujarnya.

Yon, salah seorang warga Tanjungpinang terpaksa ke Jakarta melalui Bandara Changi karena harga tiket tinggi. Dalam dua pekan sekali, ia harus berangkat ke Jakarta untuk urusan pribadi dan pekerjaan.

"Kalau dulu lewat Tanjungpinang atau Batam ke Jakarta karena harga tiket relatif terjangkau. Kalau sekarang saya tidak sanggup," katanya.

Irul, warga Tanjungpinang juga memanfaatkan harga tiket pesawat Singapura-Jakarta yang lebih murah. Ia bersama keluarganya bisa menikmati objek wisata di Singapura sebelum ke Jakarta.

"Kalau untuk liburan, memang enak. Tetapi untuk urusan kerja, tentu tidak efisien," katanya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar