Karimun diserbu turis Singapura dan Malaysia

id Kabupaten Karimun,Wisatawan Malaysia,Kepulauan Riau

Kabupaten Karimun MTQ di Kabupaten Karimun

"Letak Karimun yang sangat strategis dari sisi letak geografis dan jarak tempuh yang singkat," katanya

Karimun, Kepri,  (AntaraKL) - Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau ramai dikunjungi wisatawan asal Singapura dan Malaysia jelang akhir 2017. 

Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun, Benny Yudishtira di Tanjung Balai Karimun, Selasa, mengatakan ramainya kunjungan wisman disebabkan masa liburan yang cukup panjang. 

"Bulan Desember kunjungan wisman ke Karimun cukup banyak, diperkirakan akan terus bertambah," kata Benny Yudishtira. 

Momentum tersebut, kata Benny, dimanfaatkan wisman dari dua negara jiran tersebut untuk menghabiskan masa liburannya di Karimun. 

"Letak Karimun yang sangat strategis dari sisi letak geografis dan jarak tempuh yang singkat," katanya 

Menurut Benny, selain mengunjungi obyek-obyek wisata, sebagian besar wisman mengunjungi rumah-rumah ibadah, berziarah, dan mengunjungi kerabat dekatnya. 

"Karena histori Karimun itu sendiri, berdasar sejarah yang tertulis ada hubungan emosional antara masyarakat kita dengan kedua negara ini," katanya. 

Hubungan emosional tersebut, menurut dia, disebabkan sebagian masyarakat Karimun memiliki kerabat dekat, bahkan sanak famili di salah satu negara yang dimaksud, baik itu hubungan antara kakak dengan adik, orangtua dengan anak dan lain sebagainya. 

"Makanya tak heran lagi, kalau hampir seluruh masyarakat Karimun ini punya paspor, karena tujuannya untuk mengunjungi saudaranya," katanya. 

Jumlah wisman ke Karimun selama Desember 2016 sebanyak 9.765 jiwa, angka ini murni kunjungan wisman secara mandiri ke Karimun. 

Dia optimistis jumlah kunjungan wisman melebihi angka tersebut pada 2017, meskipun pihaknya tidak mengadakan acara wisata sama sekali. 

"Harapan tentunya melebihi dari kunjungan pada tahun lalu," katanya.

Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar