KBRI - KJRI Johor pulangkan 405 WNI sambut lebaran

id WNI pulang

TKI pulang (1)

Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Johor Bahru memulangkan sebanyak 405 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke tanah air, Rabu.

"183 orang dipulangkan melalui Bandara Soekarno Hatta dengan Lion Air dan diserahterimakan kepada BP3TKI Serang, sementara 222 orang dipulangkan ke Tanjung Pinang," ujar Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary, Rabu.

Yusron mengatakan TKI yang dipulangkan ke Tanjung Pinang kemudian diserahterimakan kepada RPTC Tanjung Pinang untuk dipulangkan ke daerah asal.

"Ke depannya Dubes berharap agar Pemerintah Malaysia dapat segera melakukan program pemulangan tahanan imigrasi," katanya.

Dia mengatakan pada pertengahan Mei Duta Besar RI menerima kunjungan Pengarah Depo Imigresen Malaysia, Puan Saleha Bee.

"Dalam pertemuan disampaikan bahwa hingga saat ini program pemulangan deportan yang biasanya dilakukan Imigrasi melalui Pasir Gudang belum mendapatkan ijin baru dari Kementerian Dalam Negeri, karena itu sejak akhir tahun lalu proses pemulangan deportan dilakukan secara mandiri yang berdampak pada terjadinya penumpukan tahanan di Depo-depo Imigrasi di seluruh Malaysia," katanya.

Untuk yang kedua kali setelah tahun lalu, ujar dia, Imigrasi kembali meminta bantuan KBRI untuk dapat memulangkan tahanan WNI yang jumlahnya cukup besar.

"Prihatin dengan kondisi yang ada, Duta Besar RI memutuskan untuk membantu pemulangan tahanan yang dikhususkan hanya untuk kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak-anak," katanya.

Data terakhir imigrasi menyebutkan 377 nama tahanan terdiri 360 pria dan 12 anak-anak dari depo-depo di wilayah Semenanjung untuk dipulangkan.

"Pemulangan akan dilakukan melalui dua jalur yaitu KLIA menuju Bandara Soeta dan Johor Bahru menuju Tanjung Pinang," katanya.

Pada Minggu 3 Juni 2018 masing-masing KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Bahru melakukan pendataan terakhir di Depot Imigrasi KLIA dan Pekan Nenas sekaligus memberikan layanan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

"Apa yang dilakukan oleh KBRI saat ini tidak dapat dijadikan sebagai preseden. Ini merupakan langkah khusus Dubes RI yang merasa prihatin atas kondisi WNI kelompok rentan di Depot Imigrasi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar