Timnas boccia Indonesia uji coba lawan Malaysia

id Boccia,Boccia Indonesia,Yayasan Maria Monique Lastwish

Tim Boccia Indonesia (1)

"Boccia ini merupakan olah raga untuk anak-anak cebral palsy yang berkursi roda. Mereka lumpuh dan dalam kondisi cukup berat," ujar pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish , Natalia S Tjahja di Kuala Lumpur.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Tim boccia Indonesia akan melakukan pertandingan persahabatan dengan Malaysia di Komplek Kecemerlangan Olah Raga Paralimpik Jalan Perwira Kampung Pandan Kuala Lumpur, Sabtu.

"Boccia ini merupakan olah raga untuk anak-anak cebral palsy yang berkursi roda. Mereka lumpuh dan dalam kondisi cukup berat," ujar pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish , Natalia S Tjahja di Kuala Lumpur.

Natalia mengatakan penyelenggara acara tersebut adalah National Sport Council of Malaysia Divisi Paralympic, National Paralympic Comittee Of indonesia, Persatuan Boccia Malaysia dan Yayasan Maria Monique Lastwish.

"Kami mendukung Tim nasional Boccia uji coba (try out) ke luar negeri karena saya ingin Boccia dikenal, dihargai dan disayangi oleh masyarakat seluruh dunia," katanya.

Dia mengatakan anak celebral palsy yang cacat parah bisa mempunyai cahaya hidup dan mewakili negara Indonesia dan ini merupakan karunia yang indah dari Tuhan.

"Ini merupakan pertandingan persahabatan Boccia Malaysia vs Indonesia. Untuk pertama kalinya Indonesia bertanding Boccia ke manca negara," katanya.

Adapun Indonesia akan diwakili lima orang atlet nasional Boccia yaitu Muhammad Bintang Satria, Riski Sakti Junior, Febrianti Vani Rahmadhani, Muhammad Afrizal Syafa, dan Fendy Norapandya Rafi Permana.

Boccia adalah salah satu cabang olah raga yang akan dipertandingkan dalam Asian Para Games 2018 yang mana Indonesia menjadi tuan rumahnya dan diadakan di Jakarta.

Pada April 2011 tanpa ada keahlian untuk memainkan alat musik dan juga tidak mengenal not balok dengan baik Natalia S Tjahja telah menciptakan 25 lagu non profit untuk lirik dan melodinya dan salah satu lagunya adalah "Wheels To Heal".
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar